Banyak teman yang bertanya seluk beluk mendapat beasiswa dan sekolah di luar negeri. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya akhirnya membagi tiga tipe teman pemburu beasiswa:

A. Real Hunter

B. Worth Chaser

C. Just Wait and See

Tipe A adalah mereka yang benar benar memiliki determinasi untuk meraih beasiswa. Mereka tekun mencari berbagai sumber di internet dan mencari jawaban dari para peraih beasiswa sebelumnya. Teman yang Real Hunter tidak lagi datang dengan pertanyaan “Caranya gimana“.

Tak hanya soal kekayaan informasi, The Real Hunter sudah menyiapkan rencana masa depan dan berkorban. Misalnya, sudah siap resign dari pekerjaannya di bulan tertentu dan sudah mendaftar kursus IELTS.

Harus diakui, tipe A ini jarang ditemui. Kebanyakan teman yang pernah sharingdengan saya adalah Tipe Worth Chaser. If they think it’s worth it, then they will die for it.

Tipe B ini harus didorong dan dibimbing untuk melangkah. Saya harus akui, saya dulu ada di zona ini. Saya sudah memiliki pekerjaan – dan saya passionate dengan pekerjaan saya. Saya pernah gagal mendapat fellowship saat S1. Saya tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan berbahasa Inggris. Tapi saya MAU sekolah di luar negeri.

Berbekal Mau, semuanya BISA dan akan dimudahkan.

Tipe C cenderung mau, tapi enggan dan akhirnya jadi tidak mau. Sering saya mendengar jawaban seperti “Ah, tapi saya tidak punya kenalan orang – orang penting untuk dimintai surat rekomendasi. Nanti saja deh, saya apply beasiswa lain yang tidak butuh surat rekomendasi”.

Atau

“Yah, tapi biaya kursus IELTSnya belum termasuk biaya tes ya. Harus nabung dulu dong untuk dapat beasiswa. Belum lagi harus siapkan yang lain – lainnya”.

Kalau di – break down, tantangan mendapat beasiswa luar negeri memang luar biasa banyak. Dan saya percaya, setiap orang yang meraihnya, sudah melakukan effort dan pengorbanan yang terkadang di luar batas kemampuannya.

ASALKAN, sejak pertanyaan pertama, jawabannya harus YES.

Pertanyaan Pertama: Do you really want the scholarship? YES.

Dengan 3 huruf: YES atau IYA, kunci membuka jendela lain dunia sudah ada di tangan Anda.

SAMSUNG CSC
Bersama Asrarul Rahman, Koordinator Awardee LPDP Glasgow saat gathering dengan Awardee LPDP Glasgow, 28 November 2016. Photo: Leonardus Ario.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s