Sangat perlu, menurut saya.

Alasan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya.


Di hadapan peserta pameran pendidikan yang diadakan BEM Universitas Jenderal Soedirman, 8 Oktober 2016 silam, saya mengatakan begini:

“Kita pasti punya teman satu kelas yang jago bahasa Inggris. Kenapa kita bilang teman kita jago?.

Bisa jadi karena dia cuap – cuap bahasa Inggris dengan sangat pede. Atau karena bahan bacannya novel dan koran – koran bahasa Inggris. Iya dia jago pada unsur – unsur tersebut. Tapi sayangnya, tes kecakapan seperti IELTS membutuhkan kemampuan yang seimbang untuk seluruh unsur yang diukur; listening, reading, speaking dan writing. 

Jadi, orang yang TOEFL/IELTSnya bagus bukan mereka yang cakap Inggris confidently atau mereka yang familiar dengan source bahasa Inggris. Melainkan orang yang TEKUN BELAJAR TOEFL/IELTS“.

Guru IELTS saya di IDP pernah mengatakan, “butuh 200 jam belajar untuk mendapatkan skor IELTS 7.0”. Dan saya percaya itu.

Saya dua kali kursus dan dua kali tes IELTS. Berikut ceritanya:

A. Kursus I: IALF

Durasi kursus 5 minggu dengan jam belajar 2.5 jam dari hari Selasa – Jumat. Di tempat kursus yang terletak di samping Kedubes Australia ini, saya menghabiskan kelas dengan total durasi belajar 50 jam. Tentornya ada dua orang, bule dari New Zealand dan dari England.
Tidak mudah untuk dapat tempat di IALF. Antreannya panjang. Mungkin karena reputasi yang dipunyai lembaga ini. Awalnya saya diberi tahu oleh teman kantor saya yang lebih dulu mendapat beasiswa di Deutsche Welle, Jerman.

Sayapun selalu merekomendasikan teman teman untuk mengambil IELTS preparation class di IALF. Tentornya selalu berhasil membuat kami belajar lebih dari 50 jam. “I know Indonesian students are lazy to study, so I give you some homeworks”, kata salah seorang tentor.

Selain sistematika belajar dan kualitas tentor, fasilitas di IALF tidak ada duanya. Mereka punya perpustakaan dan sarana komputer yang bisa digunakan untuk extended study. (more info: http://www.ialf.edu/ieltsprepjakarta.html)

Setelah kelas selesai, saya melakukan tes IELTS pertama saya. Hasilnya oke, 6.5. Sayangnya, nilai writing saya hanya 5.5. Saya putuskan untuk mengambil tes IELTS kedua. Namun, karena tidak cukup percaya diri, saya akhirnya mengambil kursus lain.

 

ialf-from-ig
Latihan writing di IALF. Photo taken from Instagram: @okkyirmanita

 

B. Kursus IDP 

Karena pertimbangan scheduling pribadi, saya memilih kursus IELTS dengan durasi 2 minggu saja. Kelas berlangsung Senin – Jumat selama 1 jam. Kami mendapat tentor asal Malaysia namun sudah sejak kecil tinggal di Inggris.

Menurut saya, kursus kedua ini jauh di bawah espektasi. Durasi kursusnya sangat ekspress. Waktu saya terkuras untuk menerjang lalu lintas dari kantor saya di Palmerah menuju Pondok Indah. Sayapun jadi pelanggan setia ojek di kantor (waktu itu belum marak ojek online).

Setidaknya, lewat kursus kedua ini, saya lebih terpacu untuk belajar sendiri di rumah.

Saya pribadi punya dua alasan untuk selalu ikut kursus sebelum tes IELTS:

  • tidak percaya diri
  • tidak membuat waktu untuk belajar sendiri

Alasan kedua hadir karena pola kerja saya yang lebih sering di lapangan. Belajar untuk memahami tema – tema IELTS writing benar – benar menantang.

Tapi saya tidak punya pilihan. Waktu untuk mendapat LoA semakin sedikit. Sementara, tes wawancara LPDP semakin dekat.

Setelah jeratan penelitian dan skripsi di zaman S1, baru kali itu dalam hidup saya, saya tekun menulis dan belajar dari segala sumber dan mengulang lagi pelajaran dari IDP.

Akhirnya Tes IELTS (lagi)

Di hari minggu yang indah, saya kembali mengisi bangku siswa di Sekolah Raffles Pondok Indah. Another IELTS test.

Tidak seperti tes sebelumnya, hari itu, saya percaya diri mengerjakan bagian writing. Hasil tes IELTS keluar (kalau tidak salah) 15 hari kerja setelah tes. Saya mengecek online. Done!

6.5. dengan semua kriteria di atas 6.0.

———————

Sugesti saya untuk kursus dulu sebelum tes mungkin sangat berlaku bagi teman teman yang mengurus beasiswa sambil mengerjakan hal lain, khususnya bekerja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s