Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada 11 Desember 2016. Namun, sampai tulisan ini diketik, 26 maret 2017, masih ada saja kegiatan maulid, khususnya yang didatangi oleh kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Sabtu, 25 Maret 2017, saya kebagian liputan kegiatan sosialisasi Cagub DKI Anies Baswedan. Pak Anies dijadwalkan menghadiri maulid di Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur. Dari jadwal yang tersebat di grup wartawan embedded Anies – Sandi, kegiatan akan berlangsung Pukul 18.30 – 19.20 WIB.

Jelang sore, jam 15.00 WIB, saya, juru kamera dan pengemudi mobil operasional liputan sudah berangkat ke Ciracas. “Biasanya jalanan ke sana padat”, kata rekan jurnalis di Warehouse (istilah untuk camstore atau gudang alat). Jadilah, saya putuskan untuk berangkat lebih awal.

Benar saja. Untuk tiba di Ciracas, kami butuh waktu hampir dua jam. Sudah begitu, lokasi di Google Map tidak presisi. Saya memasukkan kata kunci “Masjid Ciracas”, sesuai yang tertera pada jadwal kampanye. Ternyata, “Masjid Ciracas” bukan nama tempat. Akhirnya kami berhenti di ruas Jl Kelapa Dua Wetan untuk bertanya pada warga sekitar. Kami diarahkan ke Pasar Ciracas, karena ada masjid besar di sana.

Di perjalanan ke arah berlawanan, kami singgah di kantor polisi Subsektor Kelapa Dua Wetan. Setelah berbincang dengan polisi penjaga pos dan seorang anggota intel, kami tambah bingung. Pemberitahuan kampanye tidak sampai ke pos polisi ini.

Akhirnya, saya mengontak tim kampanye. Berkali – kali namun nomornya sibuk. Saya scroll ke atas di percakapan grup media Anies – Sandi. Saya dapati sebuah nama kontak yang menyebar lokasi pada agenda kampanye sebelumnya di hari itu. 10 menit kemudian dia mengirimkan lokasi Masjid At Taubah, sekitar 4 km dari pos polisi.

Jalan ke Masjid At Taubah padat. Kami tiba di sana dengan menempuh 20 menit berkendara. Setiba di sana, tidak ada tanda – tanda akan ada acara maulid. Saya masuk masjid untuk shalat ashar. Beberapa menit kemudian, masuk pesan Whatsapp dari salah seorang tim Anies – Sandi. Dia meminta maaf dan merevisi lokasi acara. 5 kilometer dari lokasi saya saat itu. Astaga.

pengajian ciracas.JPG
Suasana maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri kandidat wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sandiaga diundang oleh pengusaha properti dan biro haji dan umroh yang merupakan warga Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu 25 Maret 2017. Photo: Okky Irmanita.

Selang 30 menit berikutnya, kami akhirnya tiba di lokasi sebenarnya. Bukan masjid, melainkan sebidang tanah kosong yang sudah dilengkapi dengan tenda, panggung, layar LCD, dan sound system. Usai shalat magrib, kami diberitahu kalau acara baru akan mulai usai isya, atau sekitar jam 20.00. another wait.

Jam 18.30 Cawagub Sandiaga Uno tiba di lokasi dan langsung masuk ke kediaman pengundang. Pengundang adalah pengusaha properti sekaligus pemilik biro perjalanan haji dan umrah. “Lokasi perumahannya banyak di daerah Ciracas sama Cibubur, neng”, kata bapak – bapak yang mengaku masih saudara dengan tuan rumah.

Kalau melihat agenda, acara ini harusnya dihadiri Pak Anies, bukan Pak Sandi. Namun, beredar info dari tim kampanye, kalau kedua tokoh itu akan hadir. Ditambah, akan ada Haji Rhoma Irama.

Sore ini, anak kandung Haji Rhoma, jadi bahan berita. Dia ditangkap polisi di sebuah hotel karena kedapatan membawa narkoba jenis shabu. Kehadiran Rhoma Irama di lokasi kampanye Anies – Sandi tentu  patut dinanti. “Wah, bagus kalau kita bisa doorstop bang Haji nih. Isunya masih anget banget”, seloroh seorang reporter.

Shalat isya sudah selesai. Peserta maulid yang berpakaian putih – putih sudah mulai duduk melantai di tempat acara. Info terbaru, Pak Anies batal hadiri acara. Begitupun Haji Rhoma.

Padahal, sembari menunggu, saya sempat mengobrol dengan keluarga tuan rumah. “Ngga berteman neng. Haji Rhoma juga diundang. Tiga puluh lima”, bisiknya, merujuk pada angka rupiuah yang harus dirogoh tuan rumah untuk mendatangkan sang raja dangdut.

Akhirnya, acara “hanya” diisi dengan ceramah singkat dari perwakilan tuan rumah dan kiai yang diundang. Ceramah berisi “harapan” agar peserta maulid (warga) yang hadir bisa memilih pemimpin sesuai akidah.

Oiya, omong – omong soal acara maulid, saya mendapat cerita dari seorang rekan reporter televisi swasta, “ternyata bukan cuma kita doang yang heran kenapa acara maulid kok berbulan- bulan. Kemarin, Ibu (sebut nama istri salah satu Cagub) juga nyeletuk. ‘Kok sudah empat bulan, undangan yang datang acara maulid terus ya’”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s