Menaklukkan Ketakutan Kerja “dari Rumah”

Biasanya Mama akan diam saja jika saya cerita berbagai pengalaman mendebarkan sepulang saya liputan ke luar kota. Bukan mendebarkan yang gimana – gimana sih. Yang jelas, anaknya ini pernah disopiri mobil kantor yang dalam waktu kurang dari tiga jam bisa sampai di Indramayu. Pesawat yang ditumpangi anaknya ini juga pernah nyaris terhempas angin saat beberapa kaki lagi mendarat di Tanjung Pinang. Jangan tanya soal makan … Continue reading Menaklukkan Ketakutan Kerja “dari Rumah”

Jadi Eks-Jurnalis, Sudah Boleh Pamer Pilihan Politik?

Tidak satu kali ada teguran melayang ke anak reporter, presenter, dan bahkan kameramen karena mem-posting konten terkait pilihan politiknya ke media sosial. Jadi, saya sebut saja mereka jurnalis, terbagi dalam tiga tipe. Ada yang: 1. “Ah, cuma posting ini”,  2. “Hmm, pakai simbol ala – ala aja..” 3. Big NO untuk posting soal preferensi politik” Saya, waktu itu sempat jadi tipe yang pertama. Namun, karena … Continue reading Jadi Eks-Jurnalis, Sudah Boleh Pamer Pilihan Politik?

Sudah Tak Jadi Wartawan, Notif Whatsapp pun Sepi ~

Sebelum benar – benar resign, saya menjalani kewajiban one month notice. Dalam masa one month notice, saya harus mengumpulkan tanda tangan beberapa manager dan penanggung jawab di perusahaan. Dua minggu sebelum tanggal resign, saya melakukan clearance di warehouse. Tujuannya, agar saya benar – benar bersih (clear) dari peminjaman alat – alat milik kantor. Berturut – turut clearance saya lakukan ke bagian penanggung jawab email kantor, ke bagian Finance, HR, dan General Affairs – hingga akhirnya clearance terakhir, email saya dimatikan, lalu … Continue reading Sudah Tak Jadi Wartawan, Notif Whatsapp pun Sepi ~