“Pengumuman Cawapres jam 20.00”, ah pasti ngaret…

Kamis, 9 Agustus 2018 – sehari jelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hari inilah harusnya para kontestan mengumumkan diri.

Sehari sebelumnya, ada informasi dari petugas partai, Prabowo akan deklarasi duluan. 

Kamis pagi, nyatanya yang sudah sibuk adalah kubu Jokowi. Itupun, ngaret. Dari informasi yang saya pantau di grup jurnalis, sedianya Jokowi mengumumkan cawapresnya Kamis siang.

Jelang sore, khalayak sudah memastikan yang dipilih adalah Mahfud MD. Rupanya plot twist. Jokowi memilih seorang kiai berusia 75 tahun – K.H. Ma’ruf Amin.

Lawan Jokowi belum ada rilis. Jalan Kertanegara, kediaman Prabowo di Jakarta, sudah dipadati jurnalis sejak pagi.

Kata petugas partai kepada wartawan, jam 20.00 cawapres akan diumumkan.

Isu yang beredar, Prabowo tak akan memilih wakil sesuai hasil Ijtima Ulama. Jelang sore, justru nama Sandiaga Uno yang kuat berhembus.

Sambil terus – menerus live breaking news, stasiun televisi berita – lewat mulut para pengamat, getol membahas spekulasi pilihan sang jenderal.

Malam semakin larut. Saya pun sudah tak terlalu antusias. Eh, lalu ada teman saya mem-posting Insta Story. Inilah momen yang ditunggu.

Yap, benar, Prabowo bersama Sandi.

“Sandiaga Uno adalah pilihan terbaik yang ada”, begitu kata Pak Prabowo.

Dari layar ponsel, saya mengakses live streaming KompasTV di YouTube. Ramai sekali pewarta. Saya sendiri pernah merasakan ada di keramaian itu pada momen pemilu.

Terakhir, saya merasakannya pada Pilkada DKI Jakarta, tahun 2017 yang lalu. 

Rutinitas pengumuman penting di Kertanegara adalah begini: 

– petugas partai mengundang awak media via Whatsapp. Pesan ini seringkali di-blast oleh jurnalis atas dasar kesetiakawanan

– jurnalis datang. Mobil satelit untuk siaran langsung pun menggelar lapak. Jalanan sekitar perumahan otomatis jadi crowded.

– Para tamu Prabowo pun akan datang. Awak media hanya bisa teriak memancing dengan pertanyaan semisal “Pak, jadi siapa cawapresnya…”. Kebanyakan tamu akan senyum saja. Tapi tokoh kunci biasanya memberi pernyataan normatif.

– Beberapa lama kemudian, saat jurnalis sudah letih, akan ada staf Prabowo yang berbicara kepada jurnalis di luar rumah untuk bersiap. 

– jika jumpa pers berlangsung di halaman rumah / di ruang tengah, kameramen diminta duluan masuk untuk menata tripod dan microphone

Jumpa pers berlangsung. Pengalaman saya, karena media yang terus menerus bertambah jumlahnya, kru TV yang siaran langsung harus membawa tangga (stager) agar tetap dapat gambar. Jika tidak, frame mereka hanya berisi gambar kepala wartawan lainnya.

– Karena tempat terbatas, pasti ada saling senggol. Meski narasumber hanya bicara lima menit, kameramen dan reporter yang memegang mic harus sesempurna mungkin mematung. Keringat tak pelak bercucuran. 

– Setelah pengumuman, jangan langsung mundur dan bubar! Masih ada chance untuk wawancara doorstop. Kadang ada saja quotes mengejutkan dari sesi yang satu ini. 

– wartawan TV dan radio bahkan harus menunggu dan menculik narasumber jika diperlukan wawancara live. Maaf pak narasumber, wartawan harus menggali lebih dalam. 

Usai rentetan aksi bersejarah ini terjadi, wartawan baru mulai merasa keseleo, gerah tak berkesudahan, dan perut keroncongan. Ya.. kalau beruntung, para tuan rumah di “event” semacam ini akan menyuplai nasi kotak. Tapi jika tidak… terpaksa beli di pedagang kaki lima. Oh.. itu kalau sempat ya..

Jangan senang dulu kalau wawancara dan live report sudah selesai. Wartawan wajib membuat naskah agar program berita yang tayang terdekat bisa meng-compile peristiwa politik semacam deklarasi capres – cawapres, menjadi paket berita yang apik dan memanjakan audiens. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s