Jadi ‘mahasiswa’ dua kali seminggu – Cerita HNJA (2)

Hampir sebulan setelah tenggat pengiriman karya, Sekolah Jurnalisme AJI (SJA) akhirnya mengumumkan penerima beasiswa peliputan Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA).

Nama saya dan Connie ada dalam daftar berisi 19 orang penerima beasiswa HNJA. Yippie!! Let the new adventure begins..!

Tahap berikutnya adalah minta izin ke kantor agar kami diberi jadwal bekerja dari siang ke malam.

Kenapa? Karena, sebagai penerima beasiswa, kami akan mengikuti kelas rutin dua kali seminggu dalam periode hampir tiga bulan.

Ya, kami kembali jadi mahasiswa.

Kelas diadakan di kantor Danone Indonesia, di Gedung Cyber 2, Kuningan. 

Pertemuan berlangsung jam 10.00 – 12.00 dan diakhiri makan siang (ini momen yang ditunggu – tunggu karena selalu ada menu buah dan sayur. Buahnya banyak, segar, dan bisa dibawa pulang.. ha ha ha).

SAM_0079.JPG
pemandangan salah satu ruang kelas HNJA di Gedung Cyber 2.

Kami belajar mengenai kebijakan kesehatan, masalah kesehatan makro, termasuk mempelajari berbagai data.

Dalam salah satu pertemuan di awal – awal masa “karantina”, seorang pejabat (level Kasubdit) di Kemenkes menjadi nara sumber.

 

Bersama Prof Hardinsyah, kami belajar mengenai kebijakan kesehatan dan implementasinya.

Lalu, bersama dr. Diana Sunardi kami belajar mengenai hidrasi; bersama Prof Rindit kami belajar pangan dan nutrisi – serta masih banyak pemateri lain yang memacu kami belajar terkait kesehatan & nutrisi.

Beres dengan materi kesehatan, kami lanjut ke materi jurnalistik. Di sinilah senior – senior di AJI berperan. Salah satu pemateri dan mentor kami adalah Mas Abdul Mannan (setahun setelah HNJA, Mas Mannan terpilih jadi ketua AJI Indonesia).

Sekolah Jurnalisme AJI juga menunjuk penanggung jawab yang kami juluki ‘kepala sekolah’. Dia adalah Feby Siahaan, mantan  jurnalis spesialis investigasi di TEMPO yang kini aktif mengajar dan melatih public speaking.

Oh iya, tadi saya singgung mengenai topik belajar dan para pemateri. Ya, Sekolah Jurnalisme AJI mengelola program beasiswa ini dengan profesional. Tim di SJA membuat silabus dan penjadwalan yang rapi.

Mbak Feby – kepala sekolah dan Mas Mannan – wakil kepala sekolah dibantu oleh duo Mbak Ochi dan Mbak Arie. Mereka semua memastikan kami siap membuat karya liputan terbaik soal kesehatan dan nutrisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s