Pokoknya, minum Aqua botol / gelas wajib dihabiskan – Cerita HNJA (3)

Salah satu kenikmatan mendapat beasiswa peliputan Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA) adalah kesempatan untuk melihat dari dekat pabrik Aqua. Oh ya, HNJA ini adalah program Sekolah Jurnalisme AJI yang bekerja sama dengan Danone Indonesia. Rombongan 18 jurnalis berangkat dari Bandara Soetta ke Adisutjipto, Yogyakarta pada 8 April 2017. Dari Yogya, kami naik bus ke Klaten. Sebelum keliling pabrik PT Tirta Investama (Danone-Aqua), kami diberi briefing. … Continue reading Pokoknya, minum Aqua botol / gelas wajib dihabiskan – Cerita HNJA (3)

Jadi ‘mahasiswa’ dua kali seminggu – Cerita HNJA (2)

Hampir sebulan setelah tenggat pengiriman karya, Sekolah Jurnalisme AJI (SJA) akhirnya mengumumkan penerima beasiswa peliputan Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA). Nama saya dan Connie ada dalam daftar berisi 19 orang penerima beasiswa HNJA. Yippie!! Let the new adventure begins..! Tahap berikutnya adalah minta izin ke kantor agar kami diberi jadwal bekerja dari siang ke malam. Kenapa? Karena, sebagai penerima beasiswa, kami akan mengikuti kelas rutin … Continue reading Jadi ‘mahasiswa’ dua kali seminggu – Cerita HNJA (2)

Beasiswa jurnalistik itu membuka mata saya – Cerita HNJA (1)

Masuk di tahun keempat saya jadi jurnalis, saya sempat mencari – cari lagi kegiatan ekstra. Apalagi, saya masih semangat – semangatnya ingin sibuk setelah selesai sekolah S2. “Dulu saja, saya sekolah sambil ikut PPI Glasgow, PPI UK, pengajian, bahkan ikut menari, masa sekarang dengan kerjaan rutin dan hampir pasti terjadwal, saya tidak bisa aktif seperti beberapa bulan lalu…” Akhirnya, saya pun tertarik ‘meneliti’ sebuah broadcast … Continue reading Beasiswa jurnalistik itu membuka mata saya – Cerita HNJA (1)

Jadi Eks-Jurnalis, Sudah Boleh Pamer Pilihan Politik?

Tidak satu kali ada teguran melayang ke anak reporter, presenter, dan bahkan kameramen karena mem-posting konten terkait pilihan politiknya ke media sosial. Jadi, saya sebut saja mereka jurnalis, terbagi dalam tiga tipe. Ada yang: 1. “Ah, cuma posting ini”,  2. “Hmm, pakai simbol ala – ala aja..” 3. Big NO untuk posting soal preferensi politik” Saya, waktu itu sempat jadi tipe yang pertama. Namun, karena … Continue reading Jadi Eks-Jurnalis, Sudah Boleh Pamer Pilihan Politik?

Sudah Tak Jadi Wartawan, Notif Whatsapp pun Sepi ~

Sebelum benar – benar resign, saya menjalani kewajiban one month notice. Dalam masa one month notice, saya harus mengumpulkan tanda tangan beberapa manager dan penanggung jawab di perusahaan. Dua minggu sebelum tanggal resign, saya melakukan clearance di warehouse. Tujuannya, agar saya benar – benar bersih (clear) dari peminjaman alat – alat milik kantor. Berturut – turut clearance saya lakukan ke bagian penanggung jawab email kantor, ke bagian Finance, HR, dan General Affairs – hingga akhirnya clearance terakhir, email saya dimatikan, lalu … Continue reading Sudah Tak Jadi Wartawan, Notif Whatsapp pun Sepi ~